Tips dan Trik Mahir Berbicara Bahasa Jepang

Lister – Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa berbicara dalam bahasa Jepang itu sulit. Tidak salah memang, apalagi bagi penutur asing yang belum terbiasa dengan percakapan menggunakan Nihongo. Perlu usaha ekstra dan trik yang efektif agar dapat menguasai bahasa Jepang serta mampu mengaplikasikannya dalam percakapan dasar sehari-hari.

Mempelajari Prinsip Dasar Bahasa Jepang

Setiap bahasa memiliki prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh penuturnya, demikian pula dengan bahasa Jepang. Yang perlu diperhatikan saat mempelajari prinsip dasar untuk berbicara bahasa Jepang adalah pelafalan. Secara umum pengucapan kata dalam bahasa Jepang merujuk pada bunyi sesuai abjad Hiragana serta Katakana.

Setiap huruf pada aksara Hiragana dan Katakana hanya memiliki 1 bunyi, maka tidak terlalu sulit melafalkan 46 bunyi bahasa Jepang. Namun kamu harus memperhatikan intonasi ketika berbicara, karena adanya variasi saat melafalkan bunyi-bunyi tertentu bisa mengubah arti secara drastis.

Jika pada bahasa inggris pelafalannya mengikuti aksen, maka pada bahasa Jepang pelafalannya mengikuti nada. Bisa jadi suatu kata yang dilafalkan sama tetapi ternyata artinya beda jika diucapkan dengan nada lebih rendah atau lebih tinggi. Oleh karena itu, pendengar harus memperhatikan intonasi pembicara agar bisa menangkap maknanya secara tepat.

Selain itu, kamu juga harus mengenali macam-macam variais bunyi dalam bahasa Jepang. Beberapa huruf ada yang diberi tanda goresan ekstra yang menandakan huruf itu harus dibaca dengan pelafalan ekstra. Misalnya, pada bunyi vokal /o/ harus dibaca panjang apabila ada tambahan goresan di atasnya. Demikian pula dengan huruf pada vokal /y/ bisa berubah pelafalannya mengikuti bunyi konsonan.

Dasar-dasar dalam tata bahasa Jepang juga harus kamu pahami agar tidak salah ketika akan mengucapkan sebuah kalimat. Beberapa aturan mendasar yang wajib dipahami yakni dalam bahasa Jepang predikat diujarkan pada ujung kalimat. Pembentukan kata kerja tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, nomor, atau ketentuan subjek/objek. Dan masih banyak aturan lain yang penting dikuasai.

Macam-Macam Perayaan Adat di Jepang

Jepang memiliki tradisi perayaan yang telah dilestarikan selama ribuan tahun. Seperti tradisi oshogatsu (お正月)misalnya, yang diselenggarakan setiap menjelang tahun baru. Dalam perayaan ini, orang-orang membuat kue mochi kemudian dinikmati beramai-ramai sembari mengenakan pakaian adat. Tepat ketika pukul 12 malam saat lonceng pergantian tahun berbunyi, meraka akan pergi ke kuil.

Selain itu, ada juga tradisi bernama hinamatsuri (雛祭り) yang diselenggarakan setiap 3 Maret oleh keluarga yang memiliki anak perempuan. Mereka akan mempersiapkan boneka hina yang kemudian dijejer di suatu tempat. Anak perempuan mengenakan kimono dan saling berkunjung, sembari menikmati hidangan dengan berbincang ria.

Jika hinamatsuri adalah tradisi untuk anak perempuan, di Jepang ada pula perayaan adat bernama koinobori (鯉のぼり) yang dikhususkan bagi anak laki-laki. Biasanya diselenggarakan setiap tanggal 5 Mei. Keluarga yang memiliki anak laki-laki akan memajang boneka figur pahlawan di sebuah ruangan, sedangkan di luar rumah dibuatkan bendera berbentuk ikan dengan ikan panjang yang melambangkan sifat gagah berani.

Di Jepang juga ada yang namanya Obon Matsuri (お盆), yakni sebuah perayaan untuk menghormati para leluhur. Tradisi ini sebenarnya adalah upacara keagamaan yang biasanya diselenggarakan pada 13—16 Agustus. Seiirng berjalannya waktu, nilai sakral Obon kian berkurang dan menjadi tradisi budaya saja. Di indonesia sudah banyak komunitas Jepang yang mengadakan Obon serupa di Jepang.

Seni Kerajinan di Jepang

Jepang terkenal salah satunya karena keuletan dan keterampilan. Di Jepang sendiri ada seni kerajinan yang sudah diwariskan sejak dulu dan hingga kini masih terus diajarkan kepada generasi muda. Bahkan tidak hanya penduduk Jepang saja yang mempelajarinya, banyak juga orang dari luar negeri yang mencoba seni kerajinan ini termasuk Indonesia.

  1. Ikebana

Ikebana dalam kanji Jepang diwakili dengan karakter 生 dan 生 yang masing-masing berarti ‘hidup/tumbuh’ serta ‘bunga’. Ikebana ialah seni merangkai bunga sebagai bentuk penghormatan kepada dewa, karena di Jepang bunga dipercaya sebagai tempat persemayaman dewa.

  • Origami

Origami dituliskan dalam kanji 折り紙 yang berarti lipatan kertas. Secara harfiah, origami dapat diartikan sebagai seni melipat bahan (biasanya kertas atau kain) menjadi bentuk tertentu. Dalam origami, melipat kertas pun ada maknanya. Misal ketika membuat origami bentuk bangau, dipercaya akan mendatangkan kebaikan dan keselamatan.

Olahraga Tradisional Jepang

Jepang juga mempunyai aneka jenis olahraga yang sudah ada sejak dulu. Orang Jepang sangat memperhatikan kondisi fisik dan kebugaran, sehingga sebagian besar olahraganya pun membutuhkan tenaga. Beberapa olahraga sudah sering dijadikan perlombaan tingkat nasional hingga internasional. Berikut di antaranya:

  1. Kendou

Kendo berasal dari dua karakter kanji ken (剣) yang berarti pedang, dan dou (道) artinya jalan. Kendo ialah beladiri jepang kuno yang dikembangkan dari teknik kenjutsu (teknik memainkan pedang tradisional Jepang). Dalam dunia modern, pedang yang digunakan terbuat dari kayu. Pemainnya menggunakan pelengkap berupa topeng, pelindung dada, serta pelindung tubuh.

  • Kyoudou

Kyoudou (弓道) merupakan olahraga panahan dari Jepang. Olahraga ini dikembangkan dari kyoujutsu yang dulunya diperkenalkan para samurai Jepang. Saat ini kyoudou telah dipelajari oleh ribuan orang di seluruh dunia. Olahraga ini mengajarkan ketenangan dan konsentrasi tinggi agar bisa memanah tepat di sasaran yang dibidik.

  • Sumo

Sumo (相撲) telah dikenal hampir seluruh negara di dunia, yaitu olahraga gulat khas Jepang yang dipertunjukkan oleh para laki-laki dewasa. Pegulat sumo mempraktikkan gerakan dasar sebelum bertarung, jadi tidak boleh langsung serang. Pemenangnya adalah yang telapak kakinya bertahan tidak menyentuh tanah. Pertandingan sumo terjadi sangat singkat, hanya beberapa detik saja.

baca juga

  • Jujitsu

Sebenarnya Jujitsu (柔術) merupakan nama aliran seni beladiri dari Jepang. Namun di Indonesia, jujitsu yang diajarkan dianggap satu model beladiri karena sudah mewakili beberapa teknik dari beragam aliran. Poin jujitsu adalah menggunakan serangan seefektif mungkin untuk menipu atau lawan. Konsep gerakan defensifnya hampir serupa dengan Aikido atau Judo.

Itulah macam budaya Jepang beserta penyebutannya dalam bahasa Jepang, semoga bisa menambah pengetahuan. Di Indonesia sendiri saat ini sudah banyak lembaga kursus dan komunitas yang turut memberikan informasi seputar kebudayaan Jepang. Di samping mengajarkan tentang bahasa Jepang, lembaga dan komunitas ini juga memperkenalkan tradisi yang hingga kini masih ada di Jepang. Kamu dapat bergabung ke dalamnya jika ingin belajar lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like