Menerjemahkan Bahasa Inggris

Ragam Cara Menerjemahkan Bahasa Inggris

Lister.my.id – Menerjemahkan Bahasa Inggris kedalam Bahasa Indonesia mungkin mudah karena ada Google Translate bahkan ke dalam Bahasa Daerah pun bisa.

Namun, dalam menerjemahkan ada aturanya. Kata perkata mungkin bisa saja tetapi penerjemahan tidak bisa kata per kata harus paragraph atau kalimat seutuhnya. Selain harus menguasai kosa kata kita juga harus menguasai Bahasa Indonesia itu sendiri karena ada beberapa kata yang di khususkan seperti English for healthy, English for job dan lainnya. Itu yang dinamakan English special purpose dengan kata lain Bahasa Inggris dengan tujuan tertentu dengan  berbagai bidang yang dituju.

Berikut ada beberapa langkah dalam penerjemahan Bahasa Inggris :

WORD FOR WORD TRANSLATION (Penerjemahan kata demi kata) :

Word for word translation adalah metode menerjemahkan satu demi satu kata secara urut. Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode Word for word ini adalah adalah kita harus mempertahankan susunan kalimat pada bahasa sumber. Oleh karena itu metode ini dapat diterapkan dengan sempurna apabila struktur bahasa yang ingin diterjemahkan sama dengan struktur bahasa terjemahan atau apabila sumber teks berisi kata-kata tunggal. Metode ini biasanya digunakan untuk menerjemahkan kata-kata sulit.

Contoh menerjemahkan dengan metode word for word:

“There are three boys and three girls in group A.”

(Ada tiga anak laki-laki dan 3 anak perempuan dalam kelompok A).

*Bisa kita lihat disini, karena susunan kata pada kalimat sumber dan kalimat sasaran serupa, maka metode Word for word bisa diterapkan.

 * lain hal nya dengan contoh berikut:

“I know that little girl. “

(Saya tahu itu anak perempuan. )

(seharusnya terjemahan yang tepat adalah ‘saya kenal anak perempuan itu.’ Dalam contoh ini susunan bahasa dalam  kalimat sumber dan kalimat sasaran tidak sama. Maka lebih kita menghindari metode Word for word translation untuk menerjemahkan kalimat seperti ini) 

LITERAL TRANSLATION

(Penerjemahan Harfiah) : Sama halnya dengan Word for word translation, metode literal translation juga menerjemahkan kata demi kata hanya saja lebih menyesuaikan susunan atau tatanan kata dalam bahasa terjemahan. 

Contoh menerjemahkan dengan metode literal translation:

“My house is in the right side.”

“Rumahku berada di sisi kanan.”

(jika diterjemahkan dengan Word for word maka akan menjadi seperti ini : ‘Rumahku berada di dalam kanan sisi.’ Oleh karena itu kita tidak bisa menggunakan metode Word for word) 

FREE TRANSLATION (Penerjemahan Bebas) 

Metode Free translation ini merupakan metode penerjemahan yang bersifat bebas, bebas yang dimaksud disini adalah bebas mengartikan pesan atau isi dari teks atau kalimat yang akan diterjemahkan. Namun yang perlu diingat adalah meskipun bebas bukan berarti penerjemah bebas mengubah kalimat, memendekan, memanjangkan atau bahkan menghilangkan kalimat. Free translation masih tetap harus memperhatikan keaslian dan kemurnian teks dalam bahasa sumber. 

Contoh menerjemahkan dengan metode free translation:

“It’s a heavy rain! You have better stay here for a while or you will be soaking wet.”

(Diluar hujan deras. Lebih baik kamu tinggal dulu beberapa saat atau kamu akan basah kuyup.)

(istilah ‘heavy rain’ tidak diartikan hujan berat namun disesuaikan dengan pilihan kata yang umum di pakai dalam bahasa Indonesia yaitu hujan deras) 

(begitu pula dengan istilah ‘soaking wet’ diartikan dengan pilihan kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia, yaitu basah kuyup) 

IDIOMATIC TRANSLATION (Penerjemahan idiomatik) 

Metode Idiomatic Translation ini lebih menyampaikan pesan yang berasal dari ungkapan-ungkapan idom dalam bahasa sumber dan diterjemahkan dalam ungkapan biasa, hal ini disebabkan karena jarang sekali ada ungkapan idiom dalam bahasa sumber yang berarti sama dengan bahasa sasaran.

Contoh menerjemahkan dengan metode Idiomatic translation:

“A

(piece of cake merupakan idiom dalam bahasa Inggris untuk mengungkapkan sesuatu yang sangat mudah, kita tidak bisa menerjemahkan dengan ungkapan idom juga karena memang tidak ada ungkapan seperti itu dalam bahasa Indonesia)

PROVERB 

Proverb adalah kalimat singkat yang mengandung arti perumpamaan, atau kita lebih sering kita sebut dengan peribahasa atau kata-kata mutiara. Proverb berisi pesan-pesan atau nasihat-nasihat yang baik dan biasa dilandasi oleh dengan kultur budaya.

Contoh kalimat proverb :

“Don’t put all your eggs in one basket”

(Buatlah rencana cadangan, jangan menggantungkan satu rencana saja)

Berikutnya ada teknik penerjemahan yang baik dan benar

Terjemah bahasa Inggris yang baik dan benar dimulai dari kemampuan seorang penerjemah dalam menemukan arti kata yang tepat, memahami bentuk dan arti frasa-frasa bukan idiomatik, memahami arti kalimat melalui struktur sintaksis, mengenal dan memahami struktur-struktur retorik, dan kemampuan membaca kritis.

Selain itu, terjemah bahasa Inggris yang baik juga melihat jenis dokumen yang diterjemahkan. Misalnya, terjemah dokumen resmi, surat bisnis, jurnal ilmiah, berita, novel, puisi, dan beragam tulisan lainnya. Tentunya, penggunaan kata dan kalimat akan berbeda sesuai tujuan dan latar belakang penulis dalam menuangkan atau menyampaikan informasi atau ide. Dengan demikian, penerjemah perlu memiliki rujukan yang cukup untuk menentukan kalimat yang tepat dalam menerjemahkan setiap dokumen yang berbeda. Di antaranya melalui poin-poin berikut.

A. Memahami sudut pandang, tujuan, dan ekspresi penulis.

Sudut pandang penulis apakah ia melihat suatu masalah dari sudut politik, ekonomi, pendidikan, agama, kebudayaan, hukum, dan sebagainya? Apakah penulis bermaksud mengajukan gagasan, memberikan informasi, atau bermaksud mempengaruhi pembaca, menyangkal pendapat, dan sebagainya? Apakah penulis mengekspresikan humor, serius, ironik, sarkastik, dan sebagainya.

B. Membuat Inferensi, generalisasi, dan konklusi

C. Menilai sumber acuan penulis

Misalnya, penulis berdasarkan fakta, atau berdasarkan inferensi, atau mungkin hanya berdasarkan opini. Contoh:

Jika seseorang mengatakan ‘Tahun ini politik tampaknya sedang memanas’, “Akan ada banyak perdebatan” ‘Kondisi politik sekarang kurang bersahabat’. Pernyataannya yang pertama ada­lah suatu ‘fakta’ yang dapat diverifikasi; yang kedua merupakan suatu ‘inferensi’; sedangkan yang ketiga adalah ‘opini’ yang merupakan pendapat, kesan, atau keyakinan pribadinya.

baca juga

D. Menilai redaksi dan diksi penulis

1) Ketepatan penggunaan kata, frasa, kalimat, dan ungkapan-ungkapan (idiomatic)

2) Pengembangan kerangka berpikir (frame of thought)

3) Pengurutan (sequences)

4) Perlu atau tidaknya suatu informasi (relevant/irrelevant information)

Inilah sebagian dari metode atau tips menerjemahkan bahasa Inggris yang baik dan benar. Nah, kerangka ini dapat dijadikan acuan bagi kita yang ingin menghasilkan terjemah bahasa Inggris yang baik atau mencari seorang penerjemah bahasa Inggris.

Demikianlah cara agar terjemahan kita baik dan benar. Jangan hanya tau kosakata tetapi juga harus memiliki wawasan yang luas dengan apa yang akan kita terjemahkan seperti jika kita ingin menerjemahkan artikel kesehatan kita harus tau dunia kesehatan begitu pula dengan bidang-bidang lain yang akan kita terjemahkan. Akan Selalu ada perbedaan terjemahan dari seorang professional yang memliki wawasan luas dengan yang kurang berwawasan.

Write a Comment