Private TOEIC

Private TOEIC – Pengajaran TOEIC

lister.my.id – Sebelum membicarakan mengenai apa yang akan dibahas pada artikel ini, ada baiknya bila sedikit me-review beberapa artikel yang sudah dibahas terlebih dahulu. Di beberapa bahasan sebelumnya telah sedikit dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kursus Bahasa Inggris. Bahasan itupun dapat dikelompokkan dalam beberapa gugus yang berbeda: (1) gugus artikel yang membicarakan tentang manajemen dan bisnis, seperti kursus business conversation, kursus business presentation, serta kursus business writing; (2) gugus yang membahas mengenai hal-hal teknis yang berhubungan dengan Bahasa Inggris yaitu: kursus pronunciation, kursus persiapan kuliah luar negeri, dan kursus English for public speaking; (3) serta gugus terakhir yang membicarakan mengenai pengejaran Bahasa Inggris: kursus bahasa inggris anak.

Jika ditanyakan mengenai artikel kali ini, bahasan yang ada akan ikut masuk ke dalam gugus yang terakhir, dengan tema Private TOEIC atau kursus mengenai TOEIC. Sesuatu yang perlu dipahami bahwa, pada batch sebelumnya, juga telah dibahas mengenai TOEIC. Namun pokok pembahasan yang dimiliki tetap akan berbeda, di mana artikel kali ini akan berjudul: Pengajaran TOEIC.

Mungkin akan timbul suatu pertanyaan mengenai perbedaan pembahasan yang dimiliki antara artikel TOEIC pada batch kali ini dan batch yang lalu. Namun jawabannya akan dirasa cukup sederhana. Tentu saja itu dapat dilihat dari gugus bahasan serta judul yang sudah sedikit diperbincangkan di atas, bahwa artikel kali ini akan lebih bermanfaat bagi para pengajar. Hal ini disebabkan karena topik kajian yang ada akan dimaksudkan untuk membahas berbagai kiat serta tips-tips mengenai bagaimana mengajarkan TOEIC pada seorang pembelajar Bahasa Inggris.

Selain itu, beberapa pembahasan mengenai TOIEC sendiri juga akan sedikit ikut dibahas sehingga memudahkan bagi mereka yang belum membaca artikel pada batch sebelumnya. Pengajaran mengenai TOIEC sendiri dirasa perlu untuk dibahas dikarenakan urgensi yang dimilikinya berbeda dengan macam tes kecakapan bahasa lainnya seperti IELTS ataupun TOEFL. Ya, TOEIC adalah sebuah tes kecakapakan berbahasa, khususnya Bahasa Inggris. Lantas ingin tahu mengenai TOEIC lebih dalam? Maka ini dia pembahasan mengenai TOEIC yang pastinya akan sangat menarik.

Mengenal TOEIC lebih dekat.

Seperti yang sudah dibahas di atas, TOEIC merupakan sebuah bentuk tes kebahasaan guna pemenuhan berbagai syarat serta kebutuhan-kebutuhan sertifikasi yang diajukan oleh suatu lembaga. TOEIC sendiri merupakan kepanjangan dari Test of English for International Communication, sebuah proses pengukuran kompetensi Bahasa Inggris yang dirancang sesuai dengan standar internasional untuk para bukan penutur asli (non-native speaker).

Berbeda dengan IELTS dan TOEFL yang memang dikhususkan untuk menguji aspek-aspek kebahasaan dalam kajian yang lebih bersifat umum, TOEIC sendiri di secara spesifik dimaksudkan untuk mengukur kompetensi kebahasaan dalam konteks lingkungan kerja skala global. TOEIC diisukan oleh sebuah lembaga swasta nirlaba yang memfokuskan diri mereka pada bidang pengujian dan penilaian akademis bernama Educational Testing Service atau yang juga dikenal dengan sebutan ETS – di mana lembaga ini sendiri menyandang predikat sebagai yang termahsyur di kelasnya.

Bisa dilihat bahwa TOEIC sendiri diisukan oleh lembaga serupa yang mengisukan tes-tes kompetensi lainnya, baik yang juga mengukur kebahasaan seperti TOEFL (Test of English as a Foreign Language), atau pun yang menguji kecakapan akademis secara umum selayaknya GRE (Graduate Record Examinations). Pada awalnya TOEIC dimaksudkan hanya untuk para pembelajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as foreign language) yang berasal dari negara Jepang saja.

Namun melihat perkembangannya yang semakin menjanjikan dan diminati, TOEIC pun kini lantas menjelma menjadi suatu tes berstandar yang dapat dinikmati oleh siapa saja di seluruh belahan dunia. TOEIC sendiri memiliki sistematika teknis yang cukup berbeda dengan berbagai tes kompetensi kebahasaan yang lain. Perbedaan yang dimilikinya sendiri pun didapatkan dari spesifikasi pengukuran dan pengujian bidang yang memang dikhususkan untuknya. Sifat mumpuni pada bidang tematik inilah yang membuatnya tampil unggul jika dibandingkan nama-nama besar tes kompetensi Bahasa Inggris lainnya seperti IELTS ataupun ESOL.

Jika dibandingkan dengan jenis-jenis tes kompetensi yang ada, sistematika teknis TOEIC sendiri terbilang cukup unik. Pengklasifikasian program-program yang ada tidak berdasarkan cakupan kemampuan kebahasaan (skill language) ataupun gugus mata uji yang serupa, melainkan dikelompokkan berdasarkan kebutuhan dari kandidat yang bersangkutan.

Terdapat tiga cluster program yang ditawarkan oleh TOEIC yaitu: (1) Listening and Reading Test (tes menyimak dan membaca); (2) Speaking and Writing Test (tes kemampuan berbicara dan menulis), serta; (3) TOEIC Bridge Test – tes yang dapat digunakan untuk mengukur empat kemampuan bahasa sekaligus, dengan berbasis pada standar CEFR (Common European Framework of Reference). Pengelompokan semacam ini diyakini oleh para pengembangnya sebagai sebuah upaya yang cocok untuk memenuhi kebutuhan para kandidat dalam dunia profesionalisme kerja serta manajemen dan bisnis – berbeda dengan IELTS, TOEFL, ESOL, dsb., yang lebih memfokuskan kecakapan berbahasa pada konteks akademis.

baca juga

Kiat serta tips mengajarkan TOEIC.

Dan kita memasuki pokok pembahasan mengenai kiat serta tips mengajarkan TOEIC. Tentu saja diperlukan sebuah kompetensi tersendiri agar dapat mengajarkan bidang ini. Umumnya para pengajar yang sudah melalui berbagai program pelatihan pada bidang kependidikan sudah dirasa cukup mampu. Namun bukan berarti orang yang tidak berkualifikasi tidak bisa melakukannya. Maka berikut ini diantaranya:

  • Fokuskan pada penggunaan Bahasa Inggris profesi

Dikarenakan TOEIC sendiri memiliki spesifikasi guna menunjang bidang profesionalisme dan bisnis, tentu saja Bahasa Inggris yang perlu diajarkan bagi para kandidatnya  adalah Bahasa Inggris tematis sesuai dengan hal tersebut. Selain ini akan menunjang apa yang mereka butuhkan, cakupan dari pengajarannya pun akan menjadi tidak terlalu luas.

  • Lebih tekankan pada materi-materi praktis

Berbeda dengan aspek akademis, yang mana penekanan akan lebih terletak pada hal yang bersifat teoritis, Bahasa Inggris guna menunjang profesi akan lebih relevan dengan materi-materi yang bersifat praktis. Karena itu, janganlah memberatkan kandidat dengan teori-teori kebahasaan yang rumit.

  • Berikan penekanan pada kemampuan yang ingin diujikan saja

Program-program yang dimiliki TOEIC sendiri merupakan rangkaian kemampuan yang diujikan secara terpisah. Bahkan pada beberapa program, kemampuan yang ingin diujikan bisa di-custom sesuai dengan permintaan. Karena itu jangan repot-repot mengajarkan semua kemampuan. Cukup berikan penekanan pada kemampuan-kemampuan yang ingin diujikan saja.

  • Perbanyak latihan dibandingkan pembahasan

Dikarenakan sifatnya yang praktis, jangan terlalu banyak memberikan pembahasan mengenai materi-materi. Perbanyak frekuensi latihan-latihan baik dalam bentuk soal maupun praktek. Terlebih jika kemampuan yang ingin diambil adalah speaking atau listening.

  • Gunakan materi ajar yang memang khusus dirancang untuk pengajaran TOEIC

Berbeda dengan berbagai tes kompetensi kebahasaan lainnya, spesifikasi yang dimiliki TOEIC sendiri memerlukan dukungan materi-materi pembelajaran yang memang khusus dirancang untuk pengajarannya saja. Maka pastikan agar materi yang diberikan kepada para kandidat sudah ‘ramah TOEIC’, baik dalam bentuk pembahasan maupun soal/praktek latihan.

baca juga

Dan itulah pembahasan mengenai pengajaran TOEIC. Artikel kali ini memang dimaksudkan untuk menunjang kebutuhan para pengajar serta diambil dari sudut pandang mereka. Untuk pembahasan mengenai TOEIC dari sudut pandang murid dan kandidat, dapat dibaca pada artikel mengenai bahasan serupa pada batch sebelumnya.

No Responses

  1. Pingback: 3 Best Tips INTERVIEW PREPARATION 12/07/2020

Write a Comment

three − one =