Kursus Pronunciation

Kursus Pronunciation – Belajar cara Pelafalan Bahasa Inggris

Lister.my.id – Kali ini kita akan membahas tema-tema yang akan bersifat lebih ringan dan umum, apabila jika dibandingkan dengan bahasan-bahasan pada batch yang kemarin. Namun bukan berarti bahasan-bahasan kali ini tidak berbobot ataupun penting, lho!

Bahasan yang ada akan tetap berimbang dan tidak kalah pentingnya dengan yang sudah-sudah. Tema artikel kali ini adalah mengenai Kursus Pronunciation yang mana akan membahas mengenai pelafalan dalam Bahasa Inggris.

Bahasan ini tentu saja akan menarik dan sangat dibutuhkan, terlebih bagi yang lebih ingin atau sedang tertarik untuk mendalami mengenai kemampuan berbicara (speaking skill) serta dasar-dasar kemampuan menyimak (listening skill). Atas dasar itulah, artikel kali ini akan diberi judul: Yuk Belajar Cara-cara Pelafalan Bahasa Inggris!

Bagi beberapa kalangan serta sebagian orang, pelafalan (pronunciation) Bahasa Inggris merupakan sebuah momok tersendiri yang terkesan begitu menakutkan dan, terkadang, mencegah mereka untuk berani mencoba conversation dan speak-up.

Pelafalan pun akhirnya tampak seakan-akan menjadi penentu kualitas suatu kemampuan berbicara. Meski aspek ini terlihat krusial, namun tentu saja faktor-faktor yang membangun kemampuan berbicara tidaklah sesederhana itu – pelafalan hanya salah satu diantaranya.

Karena itu, tentu saja, keberadaan ini bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan bahkan hingga sampai mencegah seseorang untuk enggan mencoba berbicara. Melihat fenomena tersebut, maka tentu bahasan kali ini akan terasa sangat menarik khususnya bagi para pembelajar Bahasa Inggris.

Pelafalan Bahasa Inggris.

Pelafalan dalam Bahasa Inggris memang bisa dikatakan memiliki kekhasan tersendiri. Meski begitu, beberapa bunyi yang diperlukan dalam membentuk pelafalan yang dimilikinya tidaklah terbilang begitu spesifik dan sulit.

Jika dibandingkan dengan beberapa bahasa Benua Eropa lain, seperti Jerman atau Prancis misalnya, Bahasa Inggris dan pelafalannya terbilang sebagai sebuah bahasa yang masih mudah untuk dipelajari orang-orang Indonesia. Pasalnya, berbagai bentuk bunyi yang dimiliki Bahasa Inggris sendiri dapat ditemui pada Bahasa Indonesia.

Hal ini juga merupakan salah satu penyebab dari begitu banyaknya kata dalam Bahasa Indonesia yang merupakan hasil dari penyerapan berbagai kata asing Bahasa Inggris. Hanya beberapa istilah-istilah baru dalam Bahasa Inggris yang memiliki padanan katanya dalam Bahasa Indonesia – umumnya akan terserap begitu saja.

Melihat hal tersebut, bukanlah suatu bentuk kesulitan yang kompleks agar seseorang dapat menguasai pelafalan secara lancar. Karena itu, sebenarnya akan sangat mudah bagi siapa saja untuk mempelajari bahasa universal yang satu ini. Hanya diperlukan sebuah pelatihan yang kontinu saja agar lidah dapat terbiasa. 

Terlebih bagi orang-orang Indonesia, kebudayaan Nusantara yang begitu kaya akan bahasa serta eratnya unsur ke-bhineka-an membuat sebagian besar masyarakat menguasai minimal dua bahasa dalam pergaulan mereka sehari-hari: bahasa daerah masing-masing, sebagai bahasa ibu; dan, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional serta persatuan – tentu tidak akan menjadi kendala untuk mempelajari satu bahasa tambahan lagi (Bahasa Inggris sebagai bahasa asing).

Seperti yang sudah dikatakan di atas, jika dilihat dari jenisnya, pembelajaran Bahasa Inggris pada ranah ini akan masuk kepada ranah pembelajaran bahasa kedua/asing atau English as second/foreign language learning. Pada kajian ini Bahasa Inggris akan dipaparkan melalui sudut pandang bahasa penunjang dan dipadankan dengan bahasa pertama, yang dalam konteks ini Bahasa Indonesia, agar memudahkan para pembelajar dalam mendapatkan konsep umum yang dimilikinya.

Hal ini juga dimaksudkan agar memudahkan para pembelajar dalam mempelajari Bahasa Inggris itu sendiri dengan menyandingkannya pada kajian bahasa yang sudah terlebih dahulu dikuasai. Materi-materi yang diberikan mengenai topik ini tidak biasa diajarkan pada tingkat mata pelajaran di sekolah, melainkan hanya diberikan pada lembaga-lembaga pelatihan keguruan maupun berbagai fakultas pendidikan perguruan tinggi serta universitas.

Hal ini dikarenakan kajian mengenai pelatihan dan pembelajaran merupakan sebuah bidang profesi spesifik yang perlu dipaparkan secara khusus dan intensif.

Pelafalan, apa pentingnya?

Jika dilihat dari berbagai sumber literatur yang ada, pelafalan sendiri merupakan cara mengenai bagaimana suatu kata atau bahasa diucapkan. Pelafalan didasarkan pada ‘persetujuan’ umum yang melandasi penggunaan suatu bunyi-bunyian oral dalam penggunaannya pada berbagai dialek tertentu.

Dalam definisi yang lebih sederhana, pelafalan atau pronunciation adalah cara seseorang mengucapkan suatu kata pada varian bahasa tertentu. Di dalam bahasa, keberadaan suatu kata sendiri dapat diucapkan dan dilafalkan dengan berbagai varian dan macam cara yang berbeda, tergantung pada personalisasi masing-masing individu ataupun kelompok. Hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya seperti: durasi pemaparan akulturasi semasa hidup, lokasi dan domisili, kelainan suara atau pengujaran, etnik grup, kelas sosial hingga bahkan tingkat pendidikan.

Dan jika dikaji dari ilmu kebahasaan atau linguistik (linguistic), suatu pelafalan pada berbagai jenis bahasa biasa terdiri dari unit suara (phone) “terkecil” yang disebut dengan silabel (syllable). “Cabang” ilmu linguistik yang mengkaji tentang ini disebut dengan fonetik (phonetics). Berbagai suara dengan peran yang sama biasa dikelompokkan menjadi suatu kesatuan atau kelas yang disebut dengan fonem (phoneme), yang mana kajian keilmuannya dinamakan dengan fonologi (phonology).

Suara sendiri dapat direpresentasikan dalam suatu bentuk simbol yang sistematis atau yang biasa disebut dengan notasi fonetik (phonetic notation). Simbol-simbol notasi fonetik ini yang biasanya muncul pada berbagai kamus, ditulis tepat setelah masing-masing kosakata (vocabulary) tersebut. Notasi ini sendiri merupakan sebuah hasil dari adanya pembakuan di abad ke-19 mengenai bunyi, yang akhirnya di bentuk menjadi sebuah sistem terintegrasi yang disebut dengan alfabet fonetik internasional (International Phonetic Alphabet – IPA).

baca juga

International Phonetic Alphabet – IPA sebagai standar pelafalan

Dalam mempelajari pronunciation, akan sangat vital kaitannya dengan penguasaan bunyi-bunyian yang diperlukan dalam melafalkan suatu. Karena itulah suatu bunyi tentunya perlu untuk dapat di “baca” melalui berbagai notasi simbol-simbol fonetik – yang mana merupakan fungsi dari IPA. Maka dari itu akan sangat penting peran IPA dalam hal pembelajaran pelafalan. Dan berikut ini notasi fonetik IPA yang berhubungan dengan pelafalan Bahasa Inggris:

Konsonan Dalam Bahasa Inggris
DiafonemFonemContoh
p, ppull, sphinx, top
bb, butcher, cob
t, t, ɾ, ʔtwenty, stung, gibbet
dd, , ɾdew, paddy, add
tʃʰ, channel, nurture, peach
, d̥ʒ̊gem, jolt, badge
k, kcatalogue, krill, skim, queerly, antique, pick
ɡɡ, ɡ̊goal, getting, bag
fffoul, rough, deaf, doff, phonem
vv, vocal, gave, golf, valve
θθ, , fthink, tooth
ðð, ð̥, , vthat, broth, brother
sssin, citadel, cross
zz, Zeus, roses
ʃʃshall, sessions, emotions, unleash
ʒʒ, ʒ̊genres, pleasurer, equational, seizures
hh, ɦ, çhammer, who
mm, ɱmaniac, slam
nnnope, ton
ŋŋpinger, sang, linger, drunk
ll, ɫ, , ɫ̥, ɤ, o, [ɬ],lefty, ball, stable, pleased
rɹʷ, ɹ, ɾ, ɻ, ɹ̥ʷ, ɹ̥, ɾ̥, ɻ̊, ʋrum, various, probability
ww, ʍwin, quill
jjyesterday, nyalas
hwʍ, wwhen
Konsonan Pengabaian
xx, χ, k, , h, ɦ, çlochness (Scottish), ugh!
ʔʔaha!

Dan itulah materi mengenai pelafalan Bahasa Inggris dan pronunciation. Beberapa bahasan diatas hanyalah sekelumit dari kajian yang ada. Maka dari itu artikel ini hanya akan bersifat sebagai pengenalan dan selayang pandang saja. Pastikan untuk mendalami materi-materi mengenai pelafalan guna kemampuan berbicara yang lebih mumpuni ya!

Write a Comment