ACADEMIC WRITING

KURSUS ACADEMIC WRITING

Lister.my.id – Sebelum membahas lebih dalam, sudah paham kah apa yang dimaksud dengan academic writing? Dan apa saja yang termasuk dalam academic writing itu sendiri? Mari, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Academic Writing

Menurut Anne Whitaker dalam tulisannya yang berjudul  Academic Writing Guide, academic writing adalah hal pokok dari menulis yang harus dilakukan di lembaga pendidikan seperti universitas.

Di beberapa institusi mungkin academic writing lebih sering disebut dengan  essay, paper, research paper, term paper, argumentative paper/essay, analysis paper/essay, informative essay, dan  position paper. Apapun istilahnya, semuanya memiliki tujuan dan prinsip yang sama.

Kalau di Indonesia, mungkin kita lebih familiar dengan istilah karya ilmiah, jurnal, skripsi sebagai syarat kelulusan, thesis, dan  paper.

Tujuan Academic Writing

Melihat dari definisi di atas, dapat disimpulkan tujuan dari academic writing adalah untuk membahas sebuah permasalahan, sebuah teori, menguji kebenaran sebuah teori, merupakan sebuah hasil penelitian, dan penemuan teori baru.

Hasil dari academic writing bisa digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti untuk syarat kelulusan kuliah, syarat untuk mendaftarkan beasiswa, dan tambahan ilmu pengetahuan di kalangan akademisi.

Jenis-jenis Academic Writing

Academic writing memiliki beberapa jenis atau format, antara lain:

  1. Paper atau karya ilmiah. Academic writing jenis ini biasanya dibuat oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya, karena memang untuk penulisannya sendiri memerlukan formulasi masalah, landasan pustaka atau teori, dan hasil dari penelitian itu sendiri.
  2. Essay. Nah, kalau jenis tulisan ini hampir semua pelajar pernah membuatnya. Ya, essay termasuk ke dalam academic writing dengan skala ringan. Tidak harus melakukan penelitian atau penemuan, cukup membahas sebuah teori yang sedang berkembang atau membahas ilmu pengetahuan tertentu.
  3. Buku yang ditulis dan didedikasikan untuk ilmu pengetahuan. Seperti buku pelajaran mulai dari SD sampai dengan SMA, rangkuman beberapa essay atau jurnal, dan buku hasil dari penelitian.
  4. Terjemahan. Terjemahan di sini mencakup semua terjemahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Mulai dari terjemahan buku-buku akademik, sampai terjemahan jurnal.
  5. Jurnal, yang dari tadi sudah disinggung beberapa kali. Jurnal ini merupakan versi singkat dari buku atau paper hasil penelitian yang tebalnya mencapai ratusan halaman. Bahkan, skripsi atau thesis bisa juga dijadikan jurnal sebanyak 10-20 halaman saja.
  6. Terakhir, adalah skripsi, thesis, dan disertasi yang menjadi syarat utama kelulusan para mahasiswa baik mahasiswa S1, S2, maupun S3.

Teknik Menulis Academic Writing

Karena tingkat keformalan academic writing, maka proses pembuatannya tidak bisa dianggap remeh. Tidak bisa seperti menulis artikel atau buku pada umumnya. Ada teknik-teknik yang harus dikuasai oleh penulis academic writing. Beberapa tekniknya adalah sebagai berikut:

  1. Sudah pasti harus menggunakan bahasa formal yang mengandung kosa kata akademik, karena academic writing memang didedikasikan untuk ilmu pengetahuan, yang akan dibaca oleh para akademisi dan para pecinta ilmu pengetahuan.
  2. Pilih topik penulisan yang berkaitan dan bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Ingat, topik ini juga harus memungkinkan untuk dilakukan penelitian dengan metode penelitian yang tepat. Jadi, bukan sembarang topik.
  3. Gunakan abstraksi, tujuan penelitian, landasan teori, rumusan masalah, metode penelitian, dan kepustakaan yang tepat sebagai teknik wajib menulis academic writing.
  4. Setelah dilakukan penelitian yang valid, maka pindahkan hasil penelitian ke dalam academic writing sesuai dengan standar yang berlaku.
  5. Cantumkan daftar pustaka yang mendukung penulisan academic writing anda.

Sifat Academic Writing

Setelah mengetahui teknik penulisannya, sekarang wajib mengetahui sifat dari academic writing yang meliputi:

  1. Impersonal, maksud dari impersonal ini adalah penulis boleh memunculkan karakternya pada argumen.
  2. Berbasis pada referensi yang bisa dipercaya.
  3. Menggunakan bahasa formal.
  4. Mentransformasi ide ke dalam bahasa yang mudah dipahami.

Kursus Academic Writing Sebagai Solusi

Terlihat seperti agak ribet ya? Academic writing memang karya tulis yang serius dan bersifat formal. Jadi, harus dipersiapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau anda berencana untuk membuat academic writing dan merasa kebingungan, sebaiknya anda menggunakan jasa kursus academic writing.

Terlebih untuk anda yang berniat menulis academic writing untuk keperluan mendaftarkan beasiswa atau scholarship. Apalagi kalau belum terbiasa membuat academic writing seperti itu. Bisa jadi kesulitan tersendiri. Karena penilaian terhadap essay seorang calon penerima beasiswa menjadi salah satu faktor utama penilaian dari pemberi beasiswa.

ACADEMIC WRITING

Jenis Kursus Academic Writing

Ada banyak jenis kursus academic writing yang bisa kita ambil, tergantung kepentingan kita pada saat itu. Jenis-jenisnya seperti:

  1. Khusus untuk Pelajar

Kursus untuk pelajar ini tentu saja berguna bagi para pelajar yang kerap mendapat tugas paper atau essay, atau untuk para mahasiswa yang sedang merencanakan untuk mengikuti beasiswa ke luar negeri.

Karena dalam kursus academic writing, mereka akan mendapatkan materi membuat kalimat dalam paragraf, membuat paragraph, membuat essay, penggunaan grammar, sentence structure, dan teknis menulisnya hingga menjadi sebuah academic writing.

  • Khusus untuk Karyawan

Zaman sekarang, hampir semua pekerjaan membutuhkan kemampuan berbahasa inggris. Bukan hanya untuk berkomunikasi (speaking), tetapi juga dalam hal korespondensi. Misal: untuk membuat proposal dan dokumen tender berbahasa ingggris, membuat surat atau email bisnis ke klien  atau vendor yang berada di luar negeri, menyiapkan kontrak kerja dengan vendor luar negeri, dan banyak kebutuhan lainnya.

Tentu saja, menuliskan dokumen-dokumen tersebut tidak sama dengan membuat dokumen-dokumen dalam bahasa Indonesia. Ada struktur kalimat yang berbeda, penekanan yang berbeda, dan format penulisan yang berbeda.

Semua itu bisa dipelajari melalui kursus academic writing yang memang khusus membuka kelas kursus academic writing khusus bisnis atau khusus karyawan.

  • Khusus untuk Umum

Selain akademisi dan karyawan, tentu banyak sekali masyarakat yang membutuhkan kemampuan academic writing untuk keperluan pribadinya. Misal: untuk para penerjemah buku, penerjemah artikel, untuk para penulis yang ingin menulis bukunya dalam bahasa inggris, membuat artikel-artikel opini dalam bahasa inggris, membuat skrip berbahasa inggris, atau membuat konten untuk social media berbahasa inggris.

Apalagi saat ini, banyak sekali bermunculan profesi seperti content creator.  Tentu mereka membutuhkan kemampuan academic writing untuk kepentingan konten yang mereka buat, agar konten tersebut bisa dipahami oleh semua orang di dunia, bukan hanya di Indonesia.

Bukankah semakin banyak yang mengetahui brand kita, maka akan semakin cepat usaha/bisnis kita berkembang.

baca juga

Ternyata banyak juga manfaat yang didapat dengan memiliki kemampuan academic writing. Untuk mempelajarinya pun sekarang sudah banyak mediumnya. Beberapa kampus ternama juga membuka kursus academic writing untuk para mahasiswanya.

Bosan dengan suasana kampus? Bisa mencoba kursus academic writing di beberapa lembaga kursus yang terpercaya dan terdekat dengan kota anda.

APA SAJA YANG TERMASUK DALAM ACADEMIC WRITING?

Anda yang membuka artikel ini pasti sedang mencari tahu apa yang dimaksud dengan academic writing? Dan apa saja sih jenis tulisan yang termasuk dalam academic writing? Benar kan? Menurut Anne Whitaker dalam tulisannya yang berjudul  Academic Writing Guide, academic writing didefinisikan sebagai hal pokok dari menulis yang harus dilakukan di lembaga pendidikan seperti universitas.

Kalau yang dimaksud seperti definisi Anne Witaker itu, maka yang termasuk dalam tulisan academic writing adalah jenis tulisan yang sekarang kita kenal dengan tulisan  essay, paper, karya ilmiah, jurnal, dan skripsi atau thesis atau disertasi sebagai syarat kelulusan program, strata-1, master, dan doktoral.

Karena academic writing ini ditulis dan diterbitkan oleh lembaga pendidikan, maka tujuan penulisannya pastilah untuk membahas sebuah permasalahan, sebuah teori, menguji kebenaran sebuah teori, bisa juga merupakan sebuah hasil penelitian, atau penemuan teori baru, yang nantinya bisa digunakan untuk berbagai kepentingan di dunia pendidikan.

Katakanlah sebagai sumber informasi atau ilmu pengetahuan baru, sebagai sarana komunikasi di antara kalangan akademisi, dan sebagai syarat mengukur kemampuan akademik seseorang, seperti untuk syarat kelulusan kuliah, syarat untuk mendaftarkan beasiswa, dan sertifikasi di kalangan para dosen.

Apa Saja yang Termasuk dalam Academic Writing?

Karena kita membahas academic writing yang terspesifikasi dalam dunia pendidikan, maka kita bisa membagi jenis academic writing menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

  1. Paper atau yang dalam bahasa Indonesia, kita sebut dengan karya ilmiah. Namanya saja karya ilmiah, berarti sudah pasti ditulis oleh orang-orang yang berkompeten di bidang keilmuannya. Seperti: dosen atau mahasiswa komunikasi, menulis karya ilmiah yang membahas berbagai persoalan komunikasi dalam sosial masyarakat, yang ditulis lengkap dengan landasan teori, metode penelitian, dan rangkuman hasil penelitiannya.
  2. Essay. Semua orang, termasuk anda pasti pernah membaca essay tentang sesuatu, atau bahkan anda pernah menulis essay. Bedanya dengan karya ilmiah, essay tidak mewjibkan penulisnya untuk melakukan penelitian atau penemuan. Essay bisa ditulis dengan tujuan untuk membahas sebuah teori yang sedang berkembang di masyarakat.
  3. Buku yang berbau ilmu pengetahuan. Seperti buku pelajaran sekolah, rangkuman beberapa essay atau jurnal, ringkasan atau pengembangan dari skripsi, atau buku yang menjabarkan hasil penelitian.
  4. Berbagai terjemahan yang tulisannya mengandung ilmu pengetahuan. Seperti buku terjemahan astronomi, sejarah, ekonomi, dan lainnya.
  5. Jurnal, bisa disebut juga sebagai miniatur dari berkas penelitian yang tebalnya mencapai ratusan bahkan ribuan halaman. Misal: rangkuman dari beberapa skripsi dengan tema yang sama, rangkuman beberapa karya ilmiah dengan topik yang sama, dan lainnya.
  6. Terakhir, adalah skripsi, thesis, dan disertasi yang menjadi syarat utama kelulusan para mahasiswa baik mahasiswa S1, S2, maupun S3. Jadi, anda sudah termasuk sebagai orang yang pernah menulis academic writing.

Teknik Menulis Academic Writing

Academic writing termasuk dalam tulisan dengan genre pendidikan, yang sifatnya ilmiah. Artinya,proses penulisannya berbeda dengan penulisan artikel atau buku pada umumnya. Academic writing memiliki teknik penulisan yang wajib dilakukan oleh para penulisnya, seperti:

  1. Menggunakan bahasa formal dengan pengguanaan kosa kata yang biasa digunakan dalam dunia akademik, karena academic writing nantinya akan dibaca oleh para akademisi dan para pecinta ilmu pengetahuan.
  2. Memilih topik penulisan yang bisa memberikan bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sebelum menulis academic writing, anda harus melakukan penelitian terlebih dahulu, tentunya dengan menggunakan metode penelitian yang tepat.
  3. Sama seperti saat kita menulis karya ilmiah atau skripsi, penulisan academic writing  apapun bentuk dan formatnya, wajib menggunakan metode penulisan yang meliputi abstraksi, tujuan penelitian, landasan teori, rumusan masalah, metode penelitian, kesimpulan, dan daftar pustaka.

Kursus Academic Writing Sebagai Solusi

Academic writing memang sebuah karya tulis yang sifatnya serius dan formal. Ada aturan yang berlaku dan harus ditaati oleh penulisnya. Jadi, bila anda berencana untuk membuat academic writing dan belum terbiasa menulis tulisan yang bersifat ilmiah, ada baiknya anda menggunakan jasa kursus academic writing.

Kursus academic writing menjadi hal wajib bagi anda yang harus menulis academic writing untuk syarat mendaftarkan beasiswa atau scholarship. Penilaian essay atau academic writing untukseorang calon penerima beasiswa, sama seperti penentuan hidup dan mati, karena academic writing yang mereka buat menjadi tolak ukur (memiliki skor tinggi) dari pemberi beasiswa. Dari academic writing yang ditulis oleh para penerima calon beasiswa, para pemberi beasiswa bisa menilai kemampuan akademik sekaligus pola berpikir masing-masing calon penerima beasiswa.

Dari pada mempertaruhkan masa depan pada faktor keberuntungan, sebaiknya anda mempersiapkan masa depan dengan cara mengikuti kursus academic writing. Academic writing juga sering digunakan sebagai salah satu tes penerimaan karyawan pada perusahaan nasional maupun multinasional. Jadi, saat anda mengambil kursus academic writing, pastikan anda sudah menceritakan tujuan anda mengikuti kursus tersebut, karena beberapa lembaga kursus menyediakan beberapa jenis kelas academic writing, seperti:

  1. Academic writing untuk Pelajar

Kursus academic writing jenis ini cocok untuk para pelajar atau mahasiswa yang hobi mengikuti lomba karya ilmiah atau sedang mengejar beasiswa ke luar negeri.

  • Academic writing untuk Kalangan Akademisi

Bila anda bekerja di sebuah lembaga penelitian, atau lembaga pendidikan, anda bisa mengikuti kursus academic writing jenis ini.

  • Academic writing untuk Umum

Academic writing bisa juga dipelajari oleh masyarakat umum. Misal: mereka yang berprofesi sebagai penerjemah buku, penerjemah artikel, content creator untuk produk yang bersifat ilmiah seperti teknologi, dan lain sebagainya.  

Karena semakin banyaknya kebutuhan penulisan academic writing, maka semakin banyak  pula lembaga kursus yang menawarkan jasa kursus academic writing. Sehingga bagi anda yang ingin mengikuti kursus academic writing, anda tidak akan kesulitan dalam menemukan lembaga kursus tersebut.

Di tengah masa pandemi seperti ini, banyak lembaga kursus yang sudah mulai membuka kelas kursus academic writing secara online. Ini lebih mempermudah anda dalam mengatur waktu kursus anda. Tidak perlu pusing dan repot – repot pergi ke lokasi lembaga kursus academic writing, yang mungkin lokasinya lumayan jauh dari rumah anda.

Anda bahkan bisa memilih lembaga kursus academic writing berkualitas di luar kota atau bahkan luar negeri, tanpa perlu menghabiskan uang transport. Cukup bermodalkan laptop dan kuota data internet saja. Bisa langsung praktek setelah kelas kursus academic writing berakhir. Lumayan banyak kan manfaat dengan mengikuti kursus academic writing secara online?

Write a Comment

thirteen − eleven =