Jasa Translite: Suka Duka Menjadi Seorang Penerjemah

lister.my.id – Profesi menjadi seorang penerjemah kini memang sedang cukup diminati oleh banyak khalayak. Terutama penerjemah Indonesia-Inggris. Sebab dibanding satu dekade lalu, orang yang menguasai bahasa Inggris di Indonesia kini pasti lebih banyak.

Apabila kamu ingin menjadi seorang penerjemah bahasa apapun itu (Indonesia- Jawa atau Indonesia-Sunda misal), tentunya kamu harus menimbang nimbang suka dan duka yang harus anda hadapi nanti ketika kamu sudah resmi masuk kedalam industri ini. Berikut penulis sarikan suka duka menjadi seorang penerjemah khususnya penerjemah buku, dokumen atau artikel dari berbagai sumber.

Enaknya jadi penerjemah:

1.      Bisa dikerjakan di rumah (work from home).

Sebenarnya tidak hanya bisa dikerjakan dirumah, tetapi juga bisa dikerjakan dimanapun dan kapanpun yang kamu mau. Entah di rumah, di café, di kantor, pagi hari, tengah malam dan lain lain.

Ini terutama untuk pekerja lepas (freelance). Lain ceritanya jika kamu ingin menjadi penerjemah yang tergabung ke dalam sebuah perusahaan penyedia jasa terjemahan. Kalau begitu ceritanya, maka tergantung perusahaanmu.

Untuk kamu yang sudah menjadi ibu rumah tangga, menjadi penerjemah lepas adalah salah satu pekerjaan yang dapat kamu pilih. Karena kamu bisa bekerja di rumah sambil mengawasi anak anakmu.

2.      Dapat banyak pengetahuan baru

Pengetahuan ini bisa kamu dapatkan dari buku, artikel atau dokumen yang kamu terjemahkan. Tidak hanya itu, seringkali seorang penerjemah juga mau tidak mau berdiskusi dengan kliennya. Sehingga sang penerjemah akan mendapatkan pengetahuan baru mengenai suatu hal.

Ini juga bisa menjadi tantangan sebagai seorang penerjemah. Bisa jadi kamu akan diminta untuk menerjemahkan buku atau dokumen yang bukan berasal dari bidang yang kamu kuasai atau jurusan kuliahmu. Contoh kamu kuliah di jurusan manajemen tapi disuruh menerjemahkan dokumen medis.

3.      Bisa dilakukan sejak kuliah

Beberapa penerbit memang menuntut calon penerjemah di perusahaannya untuk memiliki pengalaman terlebih dahulu. Akan tetapi tidak ada salahnya jika kamu memulai karir sebagai penerjemah sejak dini di masa kuliah sebagai penerjemah lepas. Dengan demikian kamu bisa memupuk pengalamanmu sembari mendapatkan uang jajan tambahan.

4.      Memperkuat kemampuan bahasamu

Bahasa asing adalah bahasa yang tidak kamu gunakan dalam percakapan sehari hari. Sehingga kalau tidak dilatih terus menerus, bisa jadi kemampuanmu ini akan hilang. Menjadi seorang penerjemah adalah salah satu alternatif jalan yang dapat kamu gunakan untuk menguatkan kemampuan berbahasamu sembari menambah uang saku.

5.      Pembayaran tidak hanya dilakukan dengan rupiah

Keuntungan ini dapat kamu peroleh jika klienmu adalah orang luar negeri atau perusahaan multinasional yang ada di Indonesia. Jika kamu dibayar dengan mata uang yang memiliki nilai tukar lebih tinggi ke rupiah, keuntunganmu akan double.

6.      Mendapatkan relasi baru

Relasi ini seperti klien atau teman teman sesama penerjemah. Apabila kamu sudah cukup berpengalaman, tidak mustahil kamu akan mndapatkan klien orang orang berpengaruh dari sebuah perusahaan atau institusi.

7.      Dibayar sesuai dengan beban kerja

Seorang penerjemah umumnya dibayar dengan satuan kata atau lembar (untuk penerjemah baru). Jadi, semakin banyak kata maka semakin mahal pula.

Harga ini juga disesuaikan dengan deadline. Semakin cepat deadline, maka semakin mahal pula biaya terjemahan. Di Lister.co.id misalnya, jika klien ingin menerjemahkan dengan tanpa editing dan penyesuaian format, maka klien bisa memilih paket penerjemahan seharga Rp. 600/kata. Sedangkan jika klien ingin dokumennya diedit dan sekalian diganti formatnya, maka klien bisa memilih paket Gold atau platinum yang notabene lebih mahal.

Tidak enaknya menjadi seorang penerjemah

1.      Deadline

Baik penerjemah senior dan apalagi penerjemah junior tak jarang mendapatkan klien yang menyebalkan. Klien jenis ini adalah klien yang menginginkan hasil terjemahan bagus tapi deadline mepet. Hal ini mungkin tidak akan jadi masalah jika klien tersebutmau membayar mahal tetapi masalah akan tambah apabila klien tidak mau membayar lebih.

Maka tidak heran umumnya perusahaan yang menyediakan jasa translasi selalu mencantumkan paket paket yang menyesuaikan kualitas hasil terjemahan dan  waktu penerjemahan. Umumnya semakin cepat deadline, maka semakin mahal pula harganya.

2.      Kurang diakui

Profesi sebagai seorang penerjemah terutama penerjemah lepas seringkali kurang diakui eksistensinya. Tidak hanya oleh tetangga, tetapi juga oleh institusi kecuali institusi institusi tertentu seperti institusi penerbitan.

Hal ini disebabkan karena kamu tidak bisa menambahkan nama perusahaan dan referensi di CV mu jika kamu sebelum melamar di perusahaan tersebut merupakan seorang penerjemah lepas.

3.      Sering begadang di depan komputer

Salah satu tantangan menjadi penerjemah lepas adalah pengaturan waktu. Kamu harus pandai pandai membagi waktu antara pekerjaan keluarga dan kesehatan.

Menjadi seorang penerjemah lepas akan menuntut kamu untuk terus di depan komputer atau laptop dan merelakan waktu istirahatmu jika memang waktu paling produktif untuk dirimu belajar adalah di malam hari. Ini akan lebih sering terjadi jika kamu mengahadpi deadline.

Hal ini tentu kurang baik untuk kesehatanmu. Terutama kesehatan matamu.  Untuk membantu mengatasi hal ini, kamu bisa membeli kacamata anti radiasi atau membagi waktumu dengan lebih baik lagi.

4.      Senioritas

Meskipun orang yang memiliki profesi sebagai penerjemah terbilang cukup jarang di Indonesia, akan tetapi menurut blog yang penulis baca unsur senioritas cukup berpengaruh dalam industri ini. Tetapi senioritas disini bukan senioritas dalam konotasi yang buruk melainkan senioritas dalam arti semakin senior kamu dalam industri ini maka semakin banyak pengalamanmu dan kamu akan tambah bisa menentukan klien pilihanmu sendiri atau jam kerjamu sendiri.

5.      Risiko matinya kehidupan sosialmu

Semakin banyak kamu bekerja didepan komputer sendiri, maka semakin minim pula kamu bekerja dengan berinteraksi dengan orang lain. Akibatnya kehidupan sosialmu akan berkurang cukup drastis terutama jika kamu sebelumnya bekerja di kantor dan rajin makan dikantin sambil berdiskusi (atau gosip) dengan teman kerjamu.

6.      Pendapatan yang tidak tetap dan jaminan hari tua

Pendapatan seorang penerjemah sangat bergantung pada jumlah pesanan dan jenis pesanan yang dia dapatkan. Tentu penerjemah artikel akan lebih sedikit mendapatkan pendapatan dibanding penerjemah novel.

Apabila kamu sebelumnya bekerja pada institusi yang menawarkan gaji tetap seperti PNS atau di perusahaan dan ingin pindah kerja sebagai penerjemah, tentu kamu harus mempertimbangkan hal ini.

baca juga

Produk produk yang dihasilkan seorang penerjemah

Selain dokumen yang sudah dialih bahasakan dengan baik, berikut ini produk produk yang dapat dihasilkan oleh seorang penerjemah terutama penerjemah di Lister.co.id:

  1. Grammar yang terjamin kualitasnya;
  2. Editing tata bahasa;
  3. Editing tanda baca;
  4. Penyesuaian format (khusus paket Gold dan Platinum)

Pekerjaan menjadi seorang penerjemah adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk kamu yang introvert. Tetapi sebagaimana pekerjaan lainnya di dunia, menjadi seorang penerjemah juga memiliki risiko sendiri yang harus kamu pertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like