Jasa Interpreter: Suka Duka Menjadi Interpreter

undercover.co.id – Menjadi seorang Interpreter atau penerjemah langsung adalah salah satu bidang pekerjaan yang bisa kamu dapatkan baik kamu merupakan anak jurusan bahasa maupun tidak. Terdapat beberapa jenis Interpreter yang dapat kamu pilih sesuai keinginanmu yaitu Interpreter lepas (freelance), Interpreter Konferensi, Simultaneous Translator (Penrjemah lisan simultan) dan Interpreter Kantor.

Interpreter lepas (freelance) adalah jenis interpreter yang cocok untuk kamu yang masih mengawali karir di bidang ini atau kamu yang sudah mendalami karir ini namun ingin membagi waktu untuk keluarga.  Kamu bisa memulainya dengan menjadi penerjemah lisan di kampus ataupun acara acara di sekitar kampusmu.

Interpreter Konferensi adalah interpreter yang bertugas untuk menerjemahkan ucapan pembicara saat konferensi berlangsung. Konferensi disini bisa jadi merupakan seminar di kampusmu atau konferensi konferensi internasional di lokasi lain. Saat ini Interpreter Konferensi dinaungi oleh Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI).

Simultaneous Translator (Penerjemah lisan simultan) adalah penerjemah yang secara langsung mengartikan pembicara. Berbeda dengan Interpreter Konferensi, biasanya Simultaneous Translator dituntut untuk langsung menerjemahkan ucapan sang pembicara sebelum sang pembicara selesai berbicara. Penrjemah lisan jenis ini juga sering diminta untuk menirukan gesture sang pembicara.

Interpreter Kantoran adalah seorang Interpreter yang bekerja di perusahaan multinasional. Jelas tugasnya adalah menerjemahkan ucapan WNA yang bekerja di perusahaan tersebut. Biasanya WNA yang menggunakan penerjemah lisan adalah WNA yang menjabat sebagai anggota top manjemen perusahaan tersebut.

Gimana? Apakah kamu sudah menentukan pilihan untuk menjadi Interpreter jenis apa? Jika sudah mari simak suka duka menjadi seorang Interpreter yang telah penulis sarikan dari berbagai blog (karena penulis sendiri bukan seorang Interpreter).

Enaknya jadi Interpreter

1.      Waktu yang fleksibel

Salah satu keuntungan menjadi seorang Interpreter  (selain Interpreter Kantoran) adalah waktu kerja yang fleksibel. Kamu bisa mengatur sendiri kapan waktumu bekerja dan kapan waktumu istirahat dengan menyesuaikan jadwal kamu ‘manggung’.

2.      Ketemu orang orang baru

Dengan menjadi seorang Interpreter, kamu akan punya kesempatan bertemu orang orang baru. Bahkan tidak menutup kemungkinan orang orang baru tersebut adalah orang orang penting baik dalam sebuah perusahaan maupun dalam lingkungan masyarakat.

3.      Gaji lumayan

Meskipun jumlah gaji antar Interpreter variatif, namun sepengetahuan penulis variasi tersebut masih terbilang ‘lumayan’. Namun yang perlu diingat bayaran penerjemah lisan bahasa Inggris biasanya lebih rendah daripada bayaran penerjemah lisan yang lain terutama penerjemah lisan bahasa Mandarin. Sebab penerjemah lisan bahasa Inggris di Indonesia sudah cukup banyak sementara penerjemah bahasa Mandarin cukup jarang.

Sebelum mengenal Lister.co.id, penulis bahkan pernah berkeliling daerah pecinan di Yogyakarta untuk mencari Interpreter bahasa Mandarin untuk seorang petinggi perusahaan dan ternyata susah sekali. Untung sekarang ada Lister.co.id yang bisa membantu kamu mencari jasa Interpreter bahasa asing apapun dengan kualitas terbaik.

4.      Bisa kenal dekat dengan petinggi perusahaan

Ini jika kamu ingin menjadi seorang Interpreter Kantoran. Karena atasanmu langsung adalah petinggi perusahaan, maka kamu akan relatif dekat dengan mereka.

Menurut blog yang penulis baca, tak jarang kamu akan dicurhati mereka atau keluar negeri dengan fasilitas terbaik karena harus terus berada di sekitar mereka. Tapi tak jarang juga kamu akan kena marah untuk kesalahan yang tidak kamu lakukan sebab hanya kamu yang bisa memahami bahasa mereka.

5.      Memperkuat pengetahuan bahasa

Sama seperti penerjemah dokumen atau buku, menjadi seorang Interpreter akan memperkuat kemampuan bahasa Asing-mu. Karena kamu terus menerus akan menggunakan bahasa asing sepanjang karirmu.

Selain memperkuat bahasa asing, kamu juga akan mendapatkan pengetahuan pengetahuan baru. Karena seorang Interpreter seringkali dituntut untuk menerjemahkan hal hal diluar bidang mereka dan mereka akan bertemu dengan orang orang baru yang membawa pengetahuan pengetahuan baru.

6.      Pekerjaan menjadi seorang Interpreter adalah pekerjaan yang cocok untuk seorang pelupa dan seorang yang tidak suka bergosip.

Salah satu kode etik seorang Interpreter adalah Interpreter tidak boleh membicarakan isi pembicaraan klien diluar acara baik itu acara konferensi apalagi acara rapat internal. Kerahasiaan isi bicara klien adalah kualitas terpenting dari seorang Interpreter.

Oleh karena itu, pekerjaan ini cocok untuk kamu yang pelupa dan tidak suka bergosip. Karena secara alami kamu tidak akan menyebarkan isi pembicaraan klienmu.

Tidak enaknya menjadi Interpreter

1.      Deadline

Risiko ini untuk semua jenis Interpreter. Jika Interpreter jenis lainnya dituntut untuk mencerna ucapan klien dengan cepat dan langsung menerjemahkannya dengan baik, maka menjadi seorang Interpreter kantoran risiko ini ditambahi dengan setumpuk pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan.

2.      Berkurangnya Me time

Karena pekerjaan menjadi seorang Interpreter relatif fleksibel kecuali untuk Interpreter Kantor,  maka salah satu risiko pekerjaan ini adalah kamu harus bisa mengatur waktumu dengan baik. Sebab jika tidak, banyak waktu berharga seperti untuk me time atau waktu untuuk keluarga akan banyak berkurang.

3.      Sering dikira pengangguran

Sama halnya dengan penerjemah, seorang Interpreter apalagi Interpreter lepas acapkali dikira pengangguran karena tidak sering ke kantor dan hanya di rumah saja. Maklum, pekerjaan ini masih belum popular dikalangan masyarakat awam di Indonesia.

4.      Harus hati hati saat bicara

Menurut pengalaman dari seorang Interpreter yang diwawancarai oleh kompas.com (2016)[i] kadang klien merupakan orang yang sering mengumpat. Tentunya untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, seorang Interpreter tidak boleh serta merta menerjemahkan umpatan tersebut.

Hal ini berlaku juga untuk pendapat pribadi. Interpreter dilarang memasukkan pendapat pribadinya ke dalam terjemahan yang dia ucapkan. Sekali lagi hal ini untuk menghindari kejadian kejadian yang tidak perlu.

5.      Berisiko kehilangan suara (sementara)

Risiko ini dapat dialami oleh siapa saja yang memiliki pekerjaan yang sangat menekankan penggunaan suara seperti penyanyi, MC termasuk juga Interpreter. Oleh karena itu apabila kamu ingin menjadi seorang interpreter pastikan kamu merawat suaramu agar tetap sehat, bugar dan kalau bisa bulat.

baca juga

Terdapat berbagai cara untuk menghindari risiko ini seperti istirahat dan olahraga yang cukup, mengurangi minuman dingin dan makan gorengan, rajin rajin minum minuman yang meningkatkan kualitas suara, rajin rajin pemanasan dan lain lain.

Profesi menjadi seorang Interpreter mungkin belum menjadi profesi yang terkenal di masyarakat umum Indonesia. Tetapi profesi ini menjanjikan banyak hal mulai dari gaji hingga relasi. Pun pekerjaan ini bisa kamu lakukan di mana saja terlebih dengan perkembangan teknologi seperti saat ini bisa jadi kamu merintis karir sebagai Interpreter lepas menggunakan tekonologi meeting online. Jadi, tungg apa lagi, mari belajar menjadi Interpreter!


Write a Comment