Hangeul Bahasa Korea

https://www.lister.co.id – Eksistensi bahasa Korea di dunia semakin kuat seiring semakin banyaknya penutur asing yang mempelajari bahasa ini.

Data terakhir menunjukkan ada sekitar 80 juta penduduk yang menjadi penutur kursus bahasa Korea di seluruh dunia.

Bahkan beberapa negara (selain semenanjung Korea) ada yang menjadikan bahasa ini sebagai bahasa paling utama untuk dipelajari di samping bahasa Inggris.

Tidak Ada beda Huruf R dan L, Ternyata Inilah Sejarah Perkembangan Hangeul Bahasa Korea

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini mempunyai jutaan penutur, bahasa Korea mengalami perkembangan yang signifikan.

Bahasa Korea pun sifatnya dinamis, karena seiring beranjaknya tahun terus mengalami penambahan kosakata yang diserap dari bahasa asing. Hal ini tak lepas dari pengaruh globalisasi yang mengharuskan penguasaan istilah asing (terutama dari bahasa Inggris).

Bahasa Korea dalam teks tertulis dinotasikan melalui alfabet bernama Hangeul. Bentuk Hangeul sangat berbeda dengan aksara latin (alfabet romawi).

Dalam Hangeul tidak ada abjad a-b-c-d-e hingga z. Sama halnya bahasa Jepang yang memiliki Hiragana, Kanji, dan Katakana, orang Korea pun punya Hangeul dengan simbol khusus yang tak sama dengan alfabet lain.

Sejarah Terciptanya Hangeul

Sejarah mencatat bahwa Hangeul pertama kali dipergunakan sebagai aksara tulisan sejak abad ke-15. Sosok yang menciptakannya ialah raja pada era Dinasti Joseon bernama The Great Sejong.

Raja ini memimpin dinasti sejak tahun 1397 hingga 1450. Sebelum Raja Sejong menciptakan tulisan Hangeul, para cendekiawan dan dokumen resmi negara menggunakan huruf Tionghoa.

Barulah ketika tahun 1443 Raja Sejong menciptakan tulisan ideografik yang kemudian disebut dengan nama Hangeul.

Dilihat dari aspek kebahasaan, Hangeul sebenarnya adalah abjad fonetik (alfabet) karena huruf yang melambangkan bunyi vokal dan konsonan berbeda. Bentuk Hangeul sendiri dibuat menyerupai aksara Tionghoa yang wujudnya simbol.

Dulunya, sebelum resmi dikenalkan dalam istilah Hangeul, Raja Sejong menamakan alfabet ini dengan sebutan Hunminjeongeum yang memiliki arti ‘suara yang sesuai diajarkan untuk rakyat.

Maksudnya adalah dengan adanya alfabet ini, diharapkan penyampaian informasi kepada rakyat bisa lebih mudah. Apalagi pada saat itu belum semua rakyat menguasai bahasa dan kepenulisan aksara Tionghoa yang memang sulit.

Di awal pengenalannya, para cendekiawan era Dinasti Joseon menolak menggunakan Hangeul. Padahal raja telah menganjurkan. Alasan para cendekiawan adalah Hangeul terlalu mudah dipelajari, sehingga mendapat stereotip sebagai alfabe untuk wanita.

Pada cendekiawan dan bangsawan lebih senang menggunakan Hanja karena dianggap lebih berwibawa. Inilah mengapa di era dulu karya sastra yang menggunakan huruf Hangeul kebanyakan diciptakan oleh sastrawan wanita alih-alih laki-laki.

Namun lama-kelamaan semua pun menerima bahwa Hangeul memang tepat digunakan oleh khalayak banyak. Sebutan Hunminjeongeum mengalami pengubahan seiring berjalannya waktu.

Ada yang menyebut aksaran ini dengan nama ‘alfabet han’, ada juga yang menamainya ‘alfabet agung’. Berabad kemudian nama tersebut bergeser dan menjadi istilah Hangeul seperti sekarang.

Hangeul, Wujud Simpati Raja pada Rakyatnya

Raja Sejong ialah salah satu pemimpin Dinasi Joseon yang paling berpengaruh dan disegani oleh rakyatnya. Raja Sejong pun memiliki kecerdasan tinggi, serta tergolong orang yang terdidik dengan dibekali ilmu pengetahuan.

Banyak bidang yang dikuasai beliau, sehingga dalam sejarah Korea Raja Sejong diberi gelar The Great bermakna ‘Yang Agung’.

Ketika belum ada Hangeul, Raja Sejong sangat menyayangkan rakyatnya yang lebih memilih buta aksara alih-alih harus mempelajari alfabet Tionghoa.

Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan alfabet Tionghoa sangat tinggi. Huruf-hurufnya membingungkan, sedangkan tidak semua rakyat Joseon mampu mengenyam pendidikan.

Oleh karena itu, komunikasi dalam bentuk tulisan sangat terbatas. Informasi yang disampaikan hanya mampu ditangkap para cendekiawan dan bangsawan.

Fenomena ini tentu dipandang tak ideal oleh Raja Sejong. Maka dari itu, digagaslah Hunminjeongeum sebagai bentuk simpati Raja Sejong pada kondisi buta aksara yang dialami rakyatnya.

Aturan dalam menulis Hangeul tidaklah serumit karakter Tionghoa. Hangeul dipergunakan sebagai bahasa sehari-hari, sedangkan karakter Tionghoa tetap dipakai untuk kondisi tertentu yang sifatnya resmi dan akademik.

Perkembangan Hangeul dari Masa ke Masa

Huruf pada Alfabet Hangeul

Alfabet Hangeul berjumlah 24 huruf yang terdiri atas 14 huruf konsonan serta 10 huruf vokal. Selain itu, ada juga konsonan tambahan yang berjumlah 3 dan vokal tambahan berjumlah 1.

Alfabet Hangeul dipergunakan untuk teks tulisan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, sebagai petunjuk arah, nama bangunan, dan beberapa teks berita di surat kabar.

Keunikan Alfabet Hangeul

Setidaknya ada sekitar 6000 bahasa yang tersebar di seluruh dunia. Namun di antara itu, hanya sekitar 100 bahasa saja yang mempunyai alfabet sendiri. Salah satunya bahasa Korea dengan alfabetnya,

Hangeul. Ditilik dari segi sejarah, Hangeul sangat unik karena diciptakan oleh individu dengan teori dan perencanaan sangat baik. Sistem penulisan Hangeul pun bisa dilandaskan secara ilmiah dan menganut unsur filosofis.

Asas-Asas dalam Penulisan Hangeul

Meskipun penulisan Hangeul tidak serumit aksara China atau Kanji dalam bahasa Jepang, namun tetap ada asas penulisan yang harus dipatuhi. Pada bahasa China, kalimat dilambangkan dengan partikel. Adapun pada bahasa Korea, partikel berupa akhiran dipakai untuk memodifikasi makna.

baca juga

Peringatan Hari Hangeul

Di Korea setiap tahunnya ada satu hari yang khusus memperingati Hari Hangeul, yaitu tanggal 9 Oktober. Perayaan ini semata-mata untuk mengingat dan mengapresiasi Hangeul sebagai sebuah bahasa pemersatu yang kaya kearifan.

Biasanya pada tanggal ini ada pagelaran, festival, hingga lomba yang berkenaan dengan kebahasaan dan kesastraan Korea

Fakta Menarik Seputar Sejarah Hangeul

  1. Beberapa Huruf Berbeda Diwakili Satu Aksara

Tidak seperti huruf romawi, dalam Hangeul ada beberapa huruf berbeda yang diwakili satu aksara. Misalnya L dengan R. Sejak dulu keduanya dilambangkan dengan ㄹ.

Perlu pembelajaran lebih lanjut jika ingin memahami kapan ㄹ dibaca L dan kapan dibaca R. Kasus serupa juga terjadi pada huruf P dan F. Hal ini dikarenakan lidah orang Korea tidak terbiasa membedakan huruf-huruf tersebut secara distingtif.

Hangeul Memudahkan Pengekspresian Kata

Sebagaimana bahasa lain, bahasa Korea juga mengalami perkembangan dari masa ke masa. Yang paling terlihat adalah tambahan istilah asing melalui proses penyerapan kata.

Oleh karena itu, Hangeul cukup dinamis untuk mengikuti perkembangan zaman meskipun beberapa kata tidak diserap secara sempurna, misalnya ice cream menjadi aiseukeurim.

Penghormatan pada Raja Sejong

Seperti diketahui bahwa Hangeul adalah ciptaan Raja Sejong yang menjadi wujud kecintaannya pada rakyat.

Maka untuk menghormati beliau, pada 2009 lalu bertepatan dengan peringatan Hari Hangeul ke 563, didirikan patung perunggu setinggi 6,2 meter sebagai penghormatan pada Raja Sejong.

Patung ini pun merepresentasikan kecintaan rakyat pada Raja Sejong sekaligus mengenang jasanya, salah satunya sebagai pencipta Hangeul.

Itulah hal-hal menarik seputar sejarah Hangeul bahasa Korea yang perlu diketahui.

Mempelajari Hangeul bisa dilakukan secara otodidak asalkan menggunakan metode yang tepat.

Namun untuk pembelajaran ke level yang lebih tinggi, apalagi jika sudah masuk ke ranah akademis, kamu membutuhkan bimbingan dari tutor/guru yang lebih ahli. Biasanya di lembaga kursus bahasa Korea sudah ada orang berpengalaman yang akan mengajari Hangeul dari dasar hingga level tertentu.

link penting

7. Kursus Bahasa Turki : https://lister.co.id/kursus-bahasa-turki/

8. Kursus Bahasa Korea : https://lister.co.id/kursus-bahasa-korea/

9. Kursus Bahasa Prancis : https://lister.co.id/kursus-bahasa-prancis/

10. Kursus Bahasa Spanyol : https://lister.co.id/kursus-bahasa-spanyol/

11. Kursus Bahasa Italia : https://lister.co.id/kursus-bahasa-italia/

12. Kursus Bahasa Rusia : https://lister.co.id/kursus-bahasa-rusia/

13. Kursus Bahasa Indonesia : https://lister.co.id/kursus-bahasa-indonesia/

14. Kursus Native Speaker : https://lister.co.id/native-speaker/

15. Training Bahasa Inggris Universitas : https://lister.co.id/english-for-university-staff/

16. Training Bahasa Inggris Pemerintahan : https://lister.co.id/english-for-government-organisations/

17. Training Bahasa Inggris NGO : https://lister.co.id/english-for-ngo/

18. Bimbingan Dokumen Beasiswa : https://lister.co.id/bimbingan-dokumen-beasiswa/

19. Test Ielts yogyakarta: lister.co.id/test-ielts-yogyakarta/    

20. Training Bahasa Inggris Perusahaan : https://lister.co.id/training-bahasa-inggris-perusahaan/

26 . “Belajar Bahasa Inggris “ ( Platform Youtobe https://www.youtube.com/watch?v=qFTfH0Bwzlc )

27  Kursus Bahasa Belanda : https://lister.co.id/kursus-bahasa-belanda/

28  Kursus Bahasa Arab : https://lister.co.id/kursus-bahasa-arab/

39  Kursus Bahasa Jerman : https://lister.co.id/kursus-bahasa-jerman

30  Kursus Bahasa Jepang : https://lister.co.id/kursus-bahasa-jepang/

31  Kursus Bahasa Mandarin : https://lister.co.id/kursus-bahasa-mandarin

Write a Comment