ENGLISH FOR LEGAL

“Cara Membedakan Bahasa Korea, Mandarin, dan Jepang”

Belakangan ini berbagai jenis hiburan dari negara-negara di Asia Timur mulai banyak menjamur di seluruh dunia. Mulai dari drama, musik, hingga berbagai reality dan variety show. Karena kesemuanya menggunakan Bahasa dari daerahnya masing-masing, Bahasa Korea, Mandarin, dan Jepang pun jadi ikut terkenal. Banyak orang yang tertarik mempelajarinya supaya bisa lebih memahami berbagai konten yang mereka tonton tanpa memerlukan subtitle.

Mempelajari Bahasa Korea, Mandarin , dan Jepang terhitung sulit. Karena tata bahasanya yang rumit, huruf-hurufnya yang berbeda dengan alfabet biasa, dan pengucapannya pun juga susah. Bagi orang awam, bahkan ketiga Bahasa ini bisa terdengar dan terlihat sama, walaupun sebenarnya sangat berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan dalam penggunaan Bahasa Korea, Mandarin, dan Jepang.

  1. Pengucapan dan Pelafalan

Untuk Bahasa Korea huruf vokalnya ada berbagai jenis. Ada a,ae,e,eo,o,ui,ue,u,eu, dan i. Untuk Bahasa Jepang lebih simpel, karena sama seperti Bahasa kita, ada a,i,u,e, dan o. Sedangkan untuk Bahasa Mandarin lebih rumit dari segi pelafalannya, karena untuk satu huruf saja bisa ada berbagai cara untuk mengucapkannya, artinya juga akan berbeda-beda.

  • Struktur Kalimat

Struktur kalimat untuk Bahasa Jepang dan Korea mirip. Keduanya menempatkan kata kerja di akhir kalimat. Sehingga tidak akan bisa mengetahui maksud dari suatu kalimat sebelum mendengarkan atau membacanya hingga akhir. Sedangkan Bahasa Mandarin memiliki struktur kalimat yang mirip dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

  • Bentuk Huruf (Penulisan)

Bahasa Korea menggunakan karakter hurufnya sendiri yang disebut Hangul, bentuknya berbeda dengan alfabet biasa yang kita kenal. Tulisan Korea banyak memiliki bentuk lingkaran atau oval. Garis-garisnya juga lurus-lurus saja, horizontal atau vertikal.

Bahasa Jepang menggunakan tiga komponen dalam penulisannya, ada hiragana, katakana, dan juga kanji. Hiragana dan katakana melambangkan suku kata. Sedangkan kanji merupakan nama lain dari karakter Bahasa Mandarin, hanzi.

Karakter-karakter hiragana memiliki garis-garis yang tidak tersambung dan berbentuk bengkok-bengkok. Tidak ada bentuk oval atau lingkaran seperti pada huruf Korea. Sedangkan katakana memiliki kombinasi dari garis lurus dan miring yang sederhana. Dalam satu teks berbahasa Jepang, kebanyakan menggunakan campuran karakter hiragana, katakana, dan kanji. Untuk membaca teks berbahasa Jepang  diperlukan ketelitian ekstra, karena banyak huruf yang mirip bentuknya.

Bahasa Mandarin menggunakan karakter-karakter kompleks yang disebut hanzi. Dan kalian akan mengenalinya jika kalian tidak menemukan karakteristik tulisan Korea maupun Jepang pada tulisan tersebut. Karakter dalam Bahasa Mandarin ini ada banyak sekali, dan yang biasanya digunakan ada sekitar tiga sampai empat ribu karakter.

Walaupun begitu, perkembangan jaman membuat penerapan penggunaan Bahasa Mandarin berbeda-beda tergantung wilayahnya. Di Tiongkok, karakter-karakter yang digunakan lebih sederhana dan tidak terlalu banyak. Sementara di Taiwan dan Hongkong masih menggunakan karakter-karakter tradisional yang rumit. Sehingga bisa saja ada perbedaan Bahasa antar wilayah. Sama seperti Bahasa Jepang, pembacaan teks dalam Bahasa Mandarin juga memerlukan ketelitian karena bentuk hurufnya rumit dan terkadang tidak terlalu jelas.

baca juga

  • Tingkatan dalam Penggunaan Bahasa

Seperti halnya tingkatan dalam Bahasa Jawa atau yang biasa disebut unggah-ungguh. Bahasa Jepang dan Korea juga memiliki tingkatan dalam penggunaan bahasanya. Biasanya tergantung pada lawan bicara dan situasi sekitar. Jika berbicara dengan orang yang lebih tua, bahasanya akan lebih sopan, dan jika berbicara dengan yang lebih muda bahasanya akan lebih santai. Beberapa kata juga berbeda tergantung tingkat penggunaannya. Sedangkan untuk Bahasa Mandarin lebih mudah karena tidak ada ketentuan yang mengikat tentang tingkat penggunaan Bahasa.

Write a Comment