Kursus Business Writing

5 Best Tips , Kursus Business Writing

Kursus Business Writing – Tips dan Kiat Berkorespondensi Bisnis , Ya, kembali lagi pada artikel kursus Bahasa Inggris batch 2. Sudah dibahas dalam artikel sebelumnya pada batch ini, beberapa tema seperti kursus pronunciation, kursus persiapan kuliah luar negeri, kursus business conversation, serta kursus business presentation. Dan artikel kali ini pun akan menambah koleksi bahasan mengenai Bahasa Inggris bisnis.

Tema sekarang bisa dikatakan hanya bersifat sebagai tema penunjang yang tidak begitu dominan sehingga cukup ringan untuk dibahas oleh siapa saja, mulai dari para pelaku bisnis hingga pembelajar akademis.

Maka tema bahasan Bahasa Inggris bisnis kali ini yaitu: Kursus Business Writing. Kajian pokok mengenai bisnis sendiri dianggap sudah cukup dibahas secara rinci pada beberapa artikel yang sudah-sudah, baik di batch ini maupun pada batch sebelumnya. Atas dasar itulah artikel sekarang pun ikut berperan sebagai penutup bahasan mengenai Bahasa Inggris bisnis pada batch kali ini. Lantas artikel dengan kajian Bahasa Inggris minor berikut akan diberi judul: Tips dan Kiat Berkorespondensi Bisnis

Kajian menulis, yang mana menggunakan Bahasa Inggris, pada bidang ini dianggap hanya sebagai sebuah unsur pelengkap dikarenakan sifat dari bisnis sendiri yang lebih mengutamakan interaksi langsung di antara para pelakunya. Tulis-menulis lantas hanya hadir sebagai suatu finalisasi bentuk simbolis yang mengatur berbagai batasan serta parameter dari adanya sebuah aktivitas bisnis.

Namun dalam perjalanannya, aspek ini tidak terlalu memainkan peran yang signifikan. Walhasil, urgensi dari sebuah kegiatan menulis dalam dunia bisnis hanya ditekankan pada aktivitas korespondensi saja. Atas sifat-sifatnya tersebut, maka lantas bahasan mengenai menulis sendiri tidak didiskusikan dalam banyak kajian literatur yang berhubungan. Ini juga dapat dilihat dari absennya aspek menulis pada buku yang dijadikan sebagai sumber acuan pada beberapa artikel ke belakang. Namun tetap saja, dikarenakan kajiannya yang cukup spesifik, pembahasan mengenai Bahasa Inggris bisnis akan selalu menarik untuk dibahas.

Kursus Business Writing Menulis bisnis dalam Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris untuk tujuan bisnis (business English) sendiri sudah sering dibahas sebagai salah satu bagian dari bidang kajian Bahasa Inggris guna berbagai keperluan khusus (English for Specific Purposes – ESP). Bidang bahasan ini sendiri juga merupakan cabang keilmuan yang dinamakan sebagai pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua/asing atau yang juga disebut sebagai learning and teaching English as second/foreign language (ESL/EFL). Lantas business English pun menjadi sebuah kemampuan yang juga bisa dipecah-pecah kembali menjadi berbagai topik kajian yang lebih kecil, di mana salah satunya adalah kemampuan menulis (writing skill) untuk tujuan-tujuan bisnis.

Jika dilihat pada deskripsi hierarki tersebut, kajian menulis dalam ranah bisnis sendiri memiliki kedudukan serta peran yang sangatlah begitu minor apabila dibandingkan dengan berbagai kemampuan yang sudah dibahas pada beberapa artikel sebelumnya. Hal ini disebabkan, kebanyakan kajian dari kemampuan menulis sendiri sudah banyak di bahas pada bidang-bidang lain di mana aktivitas menulis begitu sangat dominan – pada bidang akademis misalnya.

Kursus Business Writing
Kursus Business Writing

Melihat sebab-sebab di atas, ‘porsi’ bahasan untuk kajian menulis yang berkaitan dengan bidang bisnis menjadi hanya tersisa sedikit. Fokus yang ada pun akan lebih bersifat praktis ketimbang teoretis, dikarenakan berbagai topik yang berhubungan pun akan lebih relevan pada kaitannya dengan hal-hal yang bersifat fungsional. Karena itu bentuk-bentuk tulisan yang paling umum dalam kajian bisnis hanya akan berhubungan pada hal-hal seperti memorandum, laporan, proposal, email, serta bentuk-bentuk material tertulis yang berkaitan dengan bisnis lainnya.

Teknik-teknik menulis seperti itupun tidak akan jauh berbeda dengan menulis pada umumnya, di mana poin-poin yang perlu diperhatikan hanya akan terdapat pada bentukan kosakata (vocabulary), tatabahasa (grammar), dan gaya bahasa (style) yang digunakan. Perbedaan yang ada hanya akan terdapat pada fungsi serta tujuan dari berbagai material tulisannya.

Jika dilihat dari kajian literatur yang ada, menulis pada kajian bisnis sendiri adalah salah satu jenis komunikasi profesional yang biasa digunakan baik dalam urusan internal (sesama pegawai) ataupun eksternal (kepada pelanggan/customer). Tujuan yang dimilikinya pun terbilang sederhana: untuk menjelaskan secara jelas kepada audiensi yang ada mengenai maksud yang ingin disampaikan.

Dalam kaitannya dengan definisi ini, berbagai contoh bentuk tulisan di atas sendiri bisa dimasukkan ke dalam ranah korespondensi secara luas. Meski secara bentuk, fungsi, serta tujuan yang dimiliki akan sangat berbeda, namun dalam kaitannya dengan konteks bisnis, mereka memiliki “benang merah” yang dapat dibahas secara mendalam. Benang merah atau persamaan itu terletak pada sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh mereka. Atas dasar itulah, bahasan kali ini akan menyoroti berbagai tips serta kiat yang dapat menangani berbagai generalisasi sifat serta karakteristik dari aktivitas berkorespondensi dalam ranah bisnis.

Kursus Business Writing Tips serta kiat-kiat menulis pada kajian bisnis.

Maka pokok pembahasan kita kali ini adalah mengenai berbagai tips serta kiat-kiat aktivitas menulis pada kajian bisnis. Berbagai anjuran ini nantinya diharapkan dapat membentuk sebuah fondasi menulis yang baik pada bidang kajian bisnis secara praktis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kursus Business Writing , Utarakan pokok pembahasan terlebih dahulu (Straight to the point)

Upayakan agar sebisa mungkin menyampaikan suatu pokok pembahasan di awal tulisan sehingga dapat digunakan seefektif mungkin. Hindari penggunaan diksi-diksi yang terlalu bertele-tele untuk sampai pada suatu pokok pembicaraan.

  • Kursus Business Writing , Gunakan bahasa sehari-hari (Use the colloquial)

Sebisa mungkin gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan umum dipergunakan pada berbagai konteks sehingga makna yang ingin disampaikan tidak bersifat ambigu serta membingungkan. Hindari penggunaan varian istilah serta kosakata spesifik yang memerlukan seseorang untuk “membuka kamus”.

  • Kursus Business Writing , Pahami audiensi (Know the audience)

Kondisikan tulisan yang ada agar bisa di konsumsi oleh berbagai jenis audiensi apapun. Buatlah tulisan yang merangkul berbagai kalangan, tidak mendiskriminasi dan ramah untuk berbagai rentang umur. Jangan gunakan diksi yang hanya dimengerti suatu golongan, profesi atau jenis audiensi tertentu saja.

  • Kursus Business Writing , Gunakan pola tulisan yang simpel (Make it simple)

Hindari pola penulisan yang terlalu rumit dan panjang. Jika terdapat kemungkinan untuk menggunakan singkatan, kontraksi maupun akronim, jangan ragu untuk menerapkannya. Namun bukan berarti aspek keefektifan komunikasi tulisan yang ada harus dikorbankan untuk mengejar simpel belaka. Pastikan bahwa aspek kesederhanaan tersebut dilakukan agar dapat menunjang keefektifan serta daya tarik dari tulisan yang ada.

  • Kursus Business Writing , Gunakan kalimat aktif alih-alih pasif (Use active voice)

Biasakan menggunakan kalimat aktif dalam tulisan alih-alih menggunakan kalimat pasif. Penggunaan kalimat-kalimat aktif akan memberikan efek kejelasan yang lebih komplit jika dibandingkan kalimat pasif. Selain itu kalimat pasif akan memberikan sebuah gaya tulisan yang bersifat terlalu formal dan kaku.

baca juga

Dan itulah pembahasan terakhir mengenai artikel bisnis pada batch kali ini. Dikarenakan artikel kali ini hanya bersifat sebagai pelengkap dari artikel-artikel bisnis sebelumnya, wajar jika pokok bahasan yang ada hanya sekedar memberikan kiat dan tips saja. Untuk lebih mendalami mengenai kemampuan menulis pada kajian bisnis, pastikan untuk mencari muatan tambahan dari sumber-sumber lain ya!

Write a Comment